Disebut Masjid Nabawi karena Nabi Muhammad SAW. selalu menyebutnya dengan kalimat, " Masjidku", pada setiap kali beliau menerangkan tentang sebuah masjid yang sekarang berada di pusat kota Madinah. Rasul bersabda," Sholat di masjidku ini lebih utama daripada sholat seribu kali di masjid lain, kecuali Masjidil Haram".
Masjid ini didirikan oleh Rasul SAW. dan sahabat-sahabat pada tahun pertama hijrah (622 M) seluas 1050 meter persegi, yaitu persis di sebelah barat rumah Rasul, yang sekarang rumah itu menjadi makam Rasul SAW dan termasuk dalam bangunan masjid.
Dalam sebuah syair Arab yang berbunyi ,”muhammadun basyarun laa kal basyari bal huwa kal yaquuti bainal hajari,” (Muhamad itu manusia namun tidak seperti manusia biasa, Tetapi ia laksana batu permata (yaqut) diantara bebatuan umumnya).
Pada pagi hingga menjelang sholat dzuhur suasana masjid tampak lenggang. Sat-sat seperti yang paling memungkinkan untuk bisa berdo'a di Raudah lebih lama.
Yang terlihat lebih terang adalah ruang terbuka berada di dalam Masjid, dan bila hujan datang atao matahari tepat di atas kiita ada "payung/tenda" yang membuka, untuk mengurangi intensitas panas ato air hujan.
“Shalat di masjidku ini lebih utama dari seribu shalat di masjid-masjid yang lain kecuali Masjidil Haram,” (HR Bukhari,Muslim) merupakan doktrin yang tidak bisa dan tidak perlu di logika, opo jare kanjeng Nabi ayoo kita ikuti. Apakah ini juga berlaku untuk amalan yang lain?, berdo'a, tadzarus dll?? nggak ada keterangan yg pasti.
Raudhah : Berarti taman surga, Tempatnya antara kamar dan mimbar Nabi. Yang lain menyebut, antara rumah dan mimbar nabi. Luasnya, sekitar 25 x 10 meter, atau 250 meter persegi, sekitar 0,05% dari luas total Mesjid Nabawi. Keutamaan Raudhah ini disampaikan langsung oleh Rasulullah, ''Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman (Raudhah) dari taman-taman surga. Dan mimbarku di atas kolam." (Shahih Bukhari). Tampak lebih banyak orang sholat, pada bagian karpet berwarna hijau.
Inilah tampak Raudhah saat lenggang (bukan hasil jepretan saya) Di sebelah selatan (kiblat), tiang-tiang raudhah merupakan tiang dinding mesjid Nabi yang asli. Jumlahnya ada enam tiang. Tiang keempat menempel mihrab nabi, tempat Nabi memimpin shalat berjamaah. Tiang keenam menempel ke Mimbar Nabi. Pada musim haji sangat kesulitan meski hanya untuk sholat.
Berbagai bentuk orang melakukan sholat, ada duduk, berdiri tanpa bersedekap, pake sepatu dan masih banyak lagi yang berbeda dengan kita. Semua itu masih dalam tolerasi askar (polisi Arab) sma sekali tidak ada teguran, bahkan ada yg sholat sambil mengangkat telpon genggam (sayang sy dapat potonya) sambil ngomong "sholi...sholi" maksudnya memberitahukan lawan bisacara bahwa sdg sholat. Dari posiSyair yang luar biasa telah menjaga aqidah umat Islam. Betapa banyak, manusia yg jadi nabi kemudian di Tuhankan seperti nabi2 sebelumnya.
Peringatan2 akan melencengnya tujuan ziarah selalu tampak di pintu masuk dan tempat2 strategis. Gambar disamping peringatan dan adzab berziarah kubur yang terpampang besar di jabal Uhud dimana di sana dimakamkan bayak syuhada yg gugur saat perang Uhud.